This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Cidera Kelingking yang Berkepanjangan

Hal-hal yang tidak diinginkan mungkin saja bisa terjadi kapanpun. Bahkan bagi orang yang aktivitasnya bersifat rutin. Dan inilah kejadian yang aku alami.

Antusiasme berlatih yoga pada saat sedang yoga teacher training ternyata tidak konsisten saat menunjukkan sequence yang telah aku buat kepada guruku. Saat menunjukkan salah satu pose, yang biasanya mudah saja, namun pada detik itu tumpuanku sedikit bergoyang sehingga tak seimbang, pose itu ada Ardha Chandrasana atau Half Moon.

Half Moon merupakan salah satu pose balance atau keseimbangan yang bertumpu pada satu kaki, tubuh menghadap ke salah satu sisi, wajah menghadap ke satu sisi/tangan yang di atas/tangan yang di bawah, dan kedua tangan direntangkan ke atas dan ke bawah.

Tiba-tiba rasa lelah muncul, tumpuan kaki kananku melemah, dan akhirnya keseimbangan di tubuhku goyah. Untuk menahan beban tubuhku efleks tanganku menahan agar tidak terbanting, namun sialnya kelingking tanganku yang terbentur duluan. Dan rasanya sangat sakit sekali. Namun, aku menahan rasa sakit tersebut dan melanjutkan berlatih.

Setelah kejadian, rasa sakit sangat terasa, kelingking tanganku tidak bisa lurus. Namun aku biarkan saja. Aku pikir ini akan sembuh dengan sendirinya, mungkin seminggu atau dua minggu. Karena ssebelumnya aku pernah mengalami kejadian yang sama, namun itu terjadi pada kelingking kaki. Waktu itu pada saat jadi member, aku dipaksa untuk melakukan pose Astavakrasana atau Eight-angle pose. Pada saat itu, tubuhku belum terlalu kuat yang membuat kakiku terbanting dan kelingking yang terbanting duluan. Rasanya sangat sakit, kelingking langsung biru. Namun, tidak terlalu dirasa, bahkan sorenya aku masih bisa ikut Bodycombat meskipun beberapa gerakan aku harus melakukan regresi.

Sebulan berlalu, rasa sakit tak kunjung sembuh. Area sendi antara ruas pertama dan kedua kelingking terasa bengkak. Jika diraba, rasanya seperti ada benjolan di antara sendi, warna area tersebut pun merah. Ini membuat kelingkingku tak bisa lurus. Rasa sakit terjadi jika tidak sengaja mengalami kontak entah dengan tekanan besar maupun kecil. Rasanya kurang nyaman dalam beraktivitas. Akupun konsultasi dengan dokter ortopedi secara online. Kemungkinan yang terjadi adalah tendon robek, namu perlu dipastikan juga apakah ada patah atau retak tulang atau tidak, aku direkomendasikan untuk melakukan rontgen.

Karena tidak mau mengeluarkan biaya untuk rontgen, aku berencana untuk menggunakan BPJS dengan meminta rujukan ke Faskes 1. Namun, ketika melihat antrean di Puskesmas sangat tidak masuk akal, akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan biaya sendiri. Alhamdulillah hasilnya baik, tidak ada patah atau retakan di area sekitar.


Saat aku pulang ke rumah, aku dicek oleh pamanku yang bisa pijat. Sebenarnya sih emang tidak boleh dipijat ya, namun setelah ku bilang tidak ada patah tulang, katanya sih aman. Saat dipijat,katanya ada aliran darah yang tidak lanjar sehingga membengkak. Setelah dipijat, katanya 3 hari akan kempes dan bisa lurus kembali kelingkingnya.

Tapi kenyataannya tidak saudara-saudara. Bengkak berkurang, tapi masih ada rasa benjolan keras, area sendi masih merah, dan tetap bengkok. Akhirnya aku diamkan lagi saja.

Dua bulan berlalu, rasanya tidak ada progress. Setelah bercerita ke teman yang seorang perawat sekaligus instuktur pilates, aku disarankan untuk melakukan fisioterapi. Ya, aku langsung mencari tempat fisioterapi.

Dalam sebulan aku melakukan 3 kali fisioterapi. Treatmennya sama, area yang sakit diberi treatment ultrasound, bagian lengan direlaksasi, dan otot kelingking dilatih. Pada saat ultrasound itu rasanya cenut-cenut, ngilu, dan panas. Katanya itu membuktikan ada kerusakan jaringan. Ultrasound ini membantu mempercepat pertumbuhan jaringan lunak yang rusak. Rasa sakit dan ngilu menujukkan bahwa jaringan tersebut benar-benar rusak.



Setelah 3 kali treatment apakah sembuh? Masih belum, hanya saja rasa sakit berkurang, tapi masih ada jika tertekan berlebih. Kelingking tetap tidak bisa diluruskan, menurut terapis ini terjadi karena telat penanganan sehingga jaringan yang terbentuk adalah jaringan abnormal. Treatment masih perlu dilakukan dengan fokus mengurangi rasa sakit. Namun saat ini, aku berhenti dulu melanjutkan treatment karena biaya fisioterapis cukup menguras kantong. Hehe.

Untuk saat ini yang bisa aku lakukan adalah mengompres dingin dan panas sesekali. Lebih sering mengoleskan Zam-buk karena menurut rekomendasi teman itu bisa memberikan rasa nyaman di area sakit. Meskipun sudah 2 bulan aku menggunakannya masih tidak ada perubahan.

Sekian ceritaku, aku minta saran jika ada yang perlu aku lakukan. Terima kasih.

 

The Recap of 2025

 


Tahun 2025 adalah tahun perubahan. Diawali dengan pindahnya ke unit kerja baru dengan jabatan baru. Meskipun keinginan pindah unit kerja terwujud, namun tetap tidak sempurna yang dibayangkan. Ada saja ujian dan hambatannya. Sepenuhnya proses ini dinikmati sepenuhnya. Karena di dalam unit kerja baru ini, ada beberapa hal yang bisa mengembangkan potensi, seperti flashback di unit kerja sebelumnya pada tahun 2019-2020.

Selama tahun 2025 juga, ada langkah baru yang diambil, menjadi instruktur olah raga. Dua program yang diambil yaitu yoga dan Bodybalance. Setelah lulus 50 jam, langsung diberikan kesempatan mengajar sehingga ilmu yang sudah diperoleh tidak sia-sia. Rasanya 50 jam saja tidak cukup, ambilah 100 jam di Juni dan 200 jam di Desember, hingga lengkaplah seri dasar pondasi dalam mengajar yoga. Pada Maret, diberi kesempatan untuk mengikuti audisi trainee Bodybalance, lulus di Juli, dan bisa mengajar di Agustus. Hal ini merupakan pencapaian yang luar biasa buat diri ini yang awalnya tidak menyukai olah raga, hingga menjadi instruktur olah raga.

Karir di dunia akademik juga masih berlanjut. Tidak terasa sudah memasuki tahun ketiga menjadi seorang tutor. Di semester awal, dipercaya menjadi tutor 1 kelas tutorial online reguler, pembimbing 2 kelas studio/praktikum, dan korektor UAS 1 mata kuliah. Di semester kedua dipercaya menjadi tutor 2 kelas tutorial online, pembimbing 2 kelas studio/praktikum, dan pembahas 9 kelompok studio/praktikum. Selain itu, 1 research paper bisa berhasil terbit, meskipun hampir tertunda selama 1 tahun.

Namun, dibalik tercapainya kesempatan-kesempatan yang didapat, ujian kehidupan juga didapat. Ditinggalnya papah menjadi salah satu pukulan terberat karena tidak terbayangkan diri ini akan mengalami kehilangan salah satu orang tua. Pencapaian yang sudah didapatkan ini rasanya hampa. Layaknya anak yang ingin mendapat pujian dan rasa bangga dari orang tua, kini tidak bisa dirasakan. Diri ini pun teringat dengan hal-hal yang diinginkan sesungguhnya oleh orang tua namun belum terpenuhi hingga akhir hidupnya. Ada sedikit rasa kekesalan dalam diri, namun diri ini sadar belum bisa memenui hal tersebut dalam waktu dekat karena satu dan lain hal.

Sejauh ini, bangga dengan diri sendiri. Bangga atas pencapaian, bangga punya keluarga yang selalu mendukung apapun keinginan amnaknya, bangga punya teman-teman sekitar yang selalu memberikan dukungan dan punya positive vibes.

Terima kasih tahun 2025. Sungguh tahun yang berbeda dibandingkan 2022-2024, seperti terjadi reformasi dalam diri. Tahun 2026 ini semoga lebih baik, lebih cemerlang, dan tentunya bisa menghadapi berbagai ujian dengan baik.

Cidera Kelingking yang Berkepanjangan

Hal-hal yang tidak diinginkan mungkin saja bisa terjadi kapanpun. Bahkan bagi orang yang aktivitasnya bersifat rutin. Dan inilah kejadian ya...