Cidera Kelingking yang Berkepanjangan

Hal-hal yang tidak diinginkan mungkin saja bisa terjadi kapanpun. Bahkan bagi orang yang aktivitasnya bersifat rutin. Dan inilah kejadian yang aku alami.

Antusiasme berlatih yoga pada saat sedang yoga teacher training ternyata tidak konsisten saat menunjukkan sequence yang telah aku buat kepada guruku. Saat menunjukkan salah satu pose, yang biasanya mudah saja, namun pada detik itu tumpuanku sedikit bergoyang sehingga tak seimbang, pose itu ada Ardha Chandrasana atau Half Moon.

Half Moon merupakan salah satu pose balance atau keseimbangan yang bertumpu pada satu kaki, tubuh menghadap ke salah satu sisi, wajah menghadap ke satu sisi/tangan yang di atas/tangan yang di bawah, dan kedua tangan direntangkan ke atas dan ke bawah.

Tiba-tiba rasa lelah muncul, tumpuan kaki kananku melemah, dan akhirnya keseimbangan di tubuhku goyah. Untuk menahan beban tubuhku efleks tanganku menahan agar tidak terbanting, namun sialnya kelingking tanganku yang terbentur duluan. Dan rasanya sangat sakit sekali. Namun, aku menahan rasa sakit tersebut dan melanjutkan berlatih.

Setelah kejadian, rasa sakit sangat terasa, kelingking tanganku tidak bisa lurus. Namun aku biarkan saja. Aku pikir ini akan sembuh dengan sendirinya, mungkin seminggu atau dua minggu. Karena ssebelumnya aku pernah mengalami kejadian yang sama, namun itu terjadi pada kelingking kaki. Waktu itu pada saat jadi member, aku dipaksa untuk melakukan pose Astavakrasana atau Eight-angle pose. Pada saat itu, tubuhku belum terlalu kuat yang membuat kakiku terbanting dan kelingking yang terbanting duluan. Rasanya sangat sakit, kelingking langsung biru. Namun, tidak terlalu dirasa, bahkan sorenya aku masih bisa ikut Bodycombat meskipun beberapa gerakan aku harus melakukan regresi.

Sebulan berlalu, rasa sakit tak kunjung sembuh. Area sendi antara ruas pertama dan kedua kelingking terasa bengkak. Jika diraba, rasanya seperti ada benjolan di antara sendi, warna area tersebut pun merah. Ini membuat kelingkingku tak bisa lurus. Rasa sakit terjadi jika tidak sengaja mengalami kontak entah dengan tekanan besar maupun kecil. Rasanya kurang nyaman dalam beraktivitas. Akupun konsultasi dengan dokter ortopedi secara online. Kemungkinan yang terjadi adalah tendon robek, namu perlu dipastikan juga apakah ada patah atau retak tulang atau tidak, aku direkomendasikan untuk melakukan rontgen.

Karena tidak mau mengeluarkan biaya untuk rontgen, aku berencana untuk menggunakan BPJS dengan meminta rujukan ke Faskes 1. Namun, ketika melihat antrean di Puskesmas sangat tidak masuk akal, akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan biaya sendiri. Alhamdulillah hasilnya baik, tidak ada patah atau retakan di area sekitar.


Saat aku pulang ke rumah, aku dicek oleh pamanku yang bisa pijat. Sebenarnya sih emang tidak boleh dipijat ya, namun setelah ku bilang tidak ada patah tulang, katanya sih aman. Saat dipijat,katanya ada aliran darah yang tidak lanjar sehingga membengkak. Setelah dipijat, katanya 3 hari akan kempes dan bisa lurus kembali kelingkingnya.

Tapi kenyataannya tidak saudara-saudara. Bengkak berkurang, tapi masih ada rasa benjolan keras, area sendi masih merah, dan tetap bengkok. Akhirnya aku diamkan lagi saja.

Dua bulan berlalu, rasanya tidak ada progress. Setelah bercerita ke teman yang seorang perawat sekaligus instuktur pilates, aku disarankan untuk melakukan fisioterapi. Ya, aku langsung mencari tempat fisioterapi.

Dalam sebulan aku melakukan 3 kali fisioterapi. Treatmennya sama, area yang sakit diberi treatment ultrasound, bagian lengan direlaksasi, dan otot kelingking dilatih. Pada saat ultrasound itu rasanya cenut-cenut, ngilu, dan panas. Katanya itu membuktikan ada kerusakan jaringan. Ultrasound ini membantu mempercepat pertumbuhan jaringan lunak yang rusak. Rasa sakit dan ngilu menujukkan bahwa jaringan tersebut benar-benar rusak.



Setelah 3 kali treatment apakah sembuh? Masih belum, hanya saja rasa sakit berkurang, tapi masih ada jika tertekan berlebih. Kelingking tetap tidak bisa diluruskan, menurut terapis ini terjadi karena telat penanganan sehingga jaringan yang terbentuk adalah jaringan abnormal. Treatment masih perlu dilakukan dengan fokus mengurangi rasa sakit. Namun saat ini, aku berhenti dulu melanjutkan treatment karena biaya fisioterapis cukup menguras kantong. Hehe.

Untuk saat ini yang bisa aku lakukan adalah mengompres dingin dan panas sesekali. Lebih sering mengoleskan Zam-buk karena menurut rekomendasi teman itu bisa memberikan rasa nyaman di area sakit. Meskipun sudah 2 bulan aku menggunakannya masih tidak ada perubahan.

Sekian ceritaku, aku minta saran jika ada yang perlu aku lakukan. Terima kasih.

 

0 Comments:

Posting Komentar

Cidera Kelingking yang Berkepanjangan

Hal-hal yang tidak diinginkan mungkin saja bisa terjadi kapanpun. Bahkan bagi orang yang aktivitasnya bersifat rutin. Dan inilah kejadian ya...