Rasa yang Berakhir Pilu



Berada di usia matang bukan berarti siap menghadapi kehidupan berumah tangga yang menjadi standar kehidupan di tanah air ini. Memiliki pengalaman gagal adalah suatu trauma yang mendalam sehingga ketidaksiapan selalu menjadi alasan untuk menunda. Walaupun pengalaman tersebut hanya sebatas cinta monyet yang terlihat remeh oleh sebagian besar orang. Tidak hanya itu, kurang terpenuhinya keinginan di masa kecil membuat ada suatu keharusan untuk mencapai keinginan yang dapat dipenihi di masa dewasa.

Mencoba beberapa kali peruntungan dalam menjalin hubungan di semester tahun ini dan semuanya gagal. Sudah tidak ada rasa semangat lagi untuk menjalin hubungan dengan orang baru. Hal yang dirasakan saat ini hanyalah, pasrah. Kadang terucap, menjomlo seumur hidup pun tak masalah. Setiap kali selalu bertanya, apakah berumah tangga itu suatu kewajiban? Apakah masalah dalam berumah tangga itu suatu hal yang lumrah? Apakah menghindari masalah tersebut dengan tidak menikah adalah suatu kesalahan?

Sesungguhnya sudah sangat lelah memikirkan hal ini. Ingin rasanya merdeka dari pikiran dan tekanan terkait hal tersebut dari orang lain. Pada dasarnya sesama manusia ada hubungan simbiosis tapi bisakah sesama manusia tidak mencampuri kehidupan pribadi manusia lainnya?



Komentar