Citayam Fashion Week: Sebuah Bentuk Kebebasan Berekspresi



Citayam Fashion Week...
SCBD... Sudirman Citayam Bojonggede Depok...

Sebuah istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga. Diartikan sebagai guyonan pada sebuah event dadakan yang dihadiri oleh remaja yang berasal dari daerah-daerah pinggiran Jakarta tersebut. Event itu sendiri dilaksanakan di kawasan Sudirman atau Dukuh Atas yang merupakan pusatnya Jakarta. Aku sendiri kurang nengetahui siapa yang mencetuskan istilah tersebut.

Jejak digital terkait event tersebut banyak tersebar di media sosial. Otomatis, informasi terkait event itu mudah dipahami. Responsku pertama ketika mendengar informasi tersebut, ya it's okay, buat lucu-lucuan aja. Namun ternyata, ada pula yang tidak mendukung. Terlihat dari berbagai komentar negatif di media sosial. Mereka yang tidak mendukung itu disebut Sudirman Justice Warrior, seperti yang diceritakan Oza Rangkuti dalam podcast-nya.

Saking penasarannya, aku coba mengunjungi lokasi tempat Citayam Fashion Week dilaksanakan. Seperti yang sebelumnya aku bilang, nama Citayam bukan merujuk pada lokasi pelaksanaan, tapi mengarah pada asal mayoritas orang-orang yang mengikutinya. Lokasi pelaksanaan tepatnya berada di Jalan Tanjung Karang, sebelah barat Stasiun MRT Dukuh Atas. Suasana di jalan tersebut sudah sangat ramai dipenuhi oleh orang-orang. Mayoritas adalah remaja yang berpakaian nyentrik dan fashionable. Di jalan tersebut terdapat pelican crossing atau zebra cross. Nah, di situlah para remaja menjadikannya sebagai area catwalk dan berjalan bak pragawan/pragawati memamerkan pakaian yang mereka kenakan. Dengan percaya diri mereka berjalan dan berpose. Untungnya, ada petugas Satpol PP yang membantu mengamankan lokasi sehingga ketika melintas di pelican crossing, kendaraan dapat berhenti menaati arahan dari petugas untuk berhenti terlebih dahulu.



Seperti yang kita ketahui, Jakarta merupakan ibu kota negara, pusat peradaban, pusat segalanya. Ruang publik di Jakarta pun sangat enak untuk dinikmati dan menjadi daya tarik seluruh warga Indonesia Raya. Ditambah lagi, orang-orang yang tinggal atau bekerja di Jakarta itu terlihat wah dalam hal penampilan, seperti office look mas-mas dan mbak-mbak SCBD, gaya hangout anak gaul Senopati, atau tampilan chill ngopi di Kemang. Hal ini tentunya menjadi perhatian warga yang tinggal di pinggiran Jakarta untuk dapat berpartisipasi namun dalam versi low budget. Mungkin juga, di tempat tinggalnya itu tidak memiliki atau sangat terbatas ruang publik yang memberikan kebebasan berekspresi dan mampu menjadi pusat perhatian


Vibes ala Distrik Harajuku sudah terasa di sekitar Stasiun Sudirman. Anak-anak remaja dengan gaya nyentrik mulai memadati area pintu keluar stasiun, khususnya di pintu utara yang mengarah ke Jalan Kendal. Arah jalan mereka sudah dapat diterka, memasuki terowongan underpass Sudirman dan voila, sampailah kita di Jalan Tanjung Karang, area Citayam Fashion Week diselenggarakan. Para peraga dan kendaraan bermotor silih bergantian melintas. Di sekelilingnya ribuan penonton melihat pagelaran tersebut. Ruang publik ini sungguh hidup dengan beragam aktivitas kekinian, yaitu memfoto dan merekam video yang kemudian diunggah ke sosial media.


Apakah kalian berminat mengikuti pagelaran Citayam Fashion Week?

Komentar