This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Berkunjung ke Bandung: Melihat Perkembangan Gerakan Bangga Buatan Indonesia di Jawa Barat



Hari Jumat pada tanggal 10 Juni 2022 yang lalu, aku bersama rekan kerja ditugaskan untuk berangkat ke Bandung dengan tujuan memperoleh data dan informasi terkait Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) di Jawa Barat. Pemilihan Provinsi Jawa Barat berdasarkan pandangan kami bahwa Jawa barat memiliki berbagai produk dari industri kreatif dan UMKM. kunjungan kami diterima di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, pada pertemuan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil, serta perwakilan dari Biro Pengadaan Barang dan Jasa.

Jawa Barat memiliki produk unggulan dan UMKM yang mampu bersaing dengan provinsi lain. Sektor yang diunggulkan diantaranya adalah industri pangan; industri logam dasar dan bahan galian bukan logam; industri kimia; industri barang modal komponen dan penolong jasa; industri pembangkit energi; industri elektronika dan telematika; industri farmasi, kosmetik, dan alat kesehatan; industri tekstil, kulit, dan alas kaki; serta industri hulu agro. Berbagai sektor tersebut tersebar di seluruh kabupaten dan kota yang mana setiap kabupaten dan kota tersebut memiliki produk unggulan masing-masing. Sebagai contoh d bagian selatan Jawa Barat atau yang disebut dengan Wilayah Pengembangan II, terdapat banyak industri kecil dan membentuk sentra-sentra industri.

Presiden mengarahkan Gernas BBI sebagai upaya penggabungan antara masyarakat e-commerce, dan pemerintah dalam mendukung penggunaan produk dalam negeri yang tujuannya adalah menyelamtkan perekonomian nasional. Presiden juga menargetkan belanja perdagangan dalam negeri dan UMKM pada tahun 2022 sebesar Rp400 triliun. Hal tersebut sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 yang menekankan bahwa pengadaan barang dan jasa di lingkungan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah diupayakan berasal dari produk dalam negeri dan produk UMKM.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan cepat dalam meningkatkan perdagangan dalam negeri dan meningkatkan penjualan produk UMKM adalah dengan belanja pemerintah daerah. Pemerintah daerah dapat melakukan belanja barang dan jasa yang termasuk produk dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan kegiatannya. Pemda Jawa Barat telah menggandeng marketplace sebagai media katalog bagi UMKM yang berpartisipasi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintahan. Pemda Jawa Barat juga telah mengajak Pemda kabupaten/kota se-Jawa Barat untuk melaksanakan hal yang sama.

Pelaku usaha yang akan terlibat dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintahan, minimal memiliki surat izin berusaha dari kelurahan dan telah mendaftar di marketplace. Minimal total produk yang dijual dalam katalog online bernilai Rp200 juta, tentunya memiliki usaha yang riil, dan memenuhi beberapa syarat dari LKPP. Namun, terdapat beberapa kendalam dalam penerapan pengadaan barang dan jasa melalui marketplace ini. Salah satunya adalah kurang sejalannya dengan Permendagri No. 77 Tahun 2020 sehingga menghambat marketplace yang dapat diajak kerjasama.

Tujuan utama Gernas BBI tidak hanya pada pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah saja, tentunya mengajak masyarakat untuk menggunaan produk dalam negeri. Dukungan Pemda Jawa Barat pada UMKM terus dilakukan sebagai berikut:

  1. Membuat kegiatan yang berorientasi produk dalam negeri;
  2. Memberikan dukungan sertifikasi TKDN bagi industri;
  3. Mendukung produksi komponen berbasis bahan baku lokal;
  4. Pelaksanaan kegiatn festival dan pameran industri kecil; serta
  5. Melakukan kegiatan kemitraan.

Kebijakan Kemitraan Antar-lembaga dalam Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur


  KEBIJAKAN

Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki potensi pariwisata yang besar sebagai bagian dalam pengembangan ekonomi wilayah. Untuk membangun pariwisata di Kabupaten Penajam Paser Utara akan dibentuk Peraturan Daerah tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPDA) melalui naskah akademik yang telah dibuat pada tahun 2009. Salah satu kebijakan dalam RIPPDA Kabupaten Penajam Paser Utara adalah mengatur mengenai kemitraan antar-lembaga atau institusi, termasuk keterlibatan masyarakat dalam pengembangan pariwisata. Kemitraan tersebut perlu dilakukan dengan maksud untuk membuat iklim investasi dalam pengembangan pariwisata serta sebagai upaya dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, kebijakan tersebut perlu dikaji ulang untuk membandingkan dengan alternatif lain yang mungkin lebih baik dan lebih tepat diterapkan di Kabupaten Penajam Paser Utara.

MASALAH


TUJUAN

Tujuan kebijakan kemitraan untuk pembangunan pariwisata di Kabupaten Penajam Paser Utara sebagaimana tertuang dalam Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara adalah sebagai berikut.


  1. Menciptakan keanekaragaman dan keunggulan potensi wisata sebagai daya tarik wisata unggulan Kabupaten Penajam Paser Utara;
  2. Meningkatkan nilai jual pariwisata di Kabupaten Penajam Paser Utara;
  3. Meningkatkan penyediaan data dan informasi bagi wisatawan, pemasaran, dan promosi pariwisata;
  4. Menciptakan perencanaan pariwisata yang terpadu dan sinergis dengan sektor lain;
  5. Mendorong partisipasi aktif pelaku pariwisata, termasuk masyarakat, dalam pengembangan pariwisata, yang meningkatkan manfaat sosial, budaya, dan ekonomi dari pengembangan pariwisata bagi masyarakat; dan
  6. Menjadikan kawasan wisata unggulan Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai motor penggerak perekonomian daerah, sekaligus menyebarkan perkembangan pariwisata ke daerah-daerah yang pariwisatanya belum berkembang.

ALTERNATIF




TRADE-OFF

Setiap pihak yang terkait dalam pengembangan sektor pariwisata memiliki besaran pengaruh terhadap alternatif kebijakan. Penilaian besaran pengaruh tersebut memengaruhi penentuan setiap kebijakan. Secara lebih jelas besaran pengaruh tersebut dijelaskan pada tebal berikut.


KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis kebijakan yang telah dilakukan, bahwa kebijakan yang paling tepat diterapkan di Kabupaten Penajam Paser Utara dalam pembangunan pariwisata adalah pengembangan pariwisata oleh masyarakat dan swasta. Artinya, kebijakan yang ditetapkan sudah sesuai dan tepat karena melibatkan berbagai pihak untuk bermitra mengembangkan pariwisata di Kabupaten Penajam Paser Utara. Baik lembaga atau institusi dari dalam negeri maupun dari luar. Dengan adanya kemitraan yang terjalin memiliki banyak manfaat bagi Kabupaten Penajam Paser Utara. Daya tarik investasi akan terus meningkat yang berdampak pada meningkatnya pula daya tarik wisata. Dapat diramalkan dengan adanya kemitraan yang baik dalam pengembangan wisata, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Penajam Paser Utara akan terus meningkat sehingga perekonomian wilayahnya juga akan meningkat. 


Tulisan ini merupakan tugas mata kuliah Analisis Kebijakan Publik yang dibuat pada tahun 2017 lalu. ide awalnya berdasarkan pengalaman kerja di tahun 2015 yang mana aku membantu menyusun Perencanaan Pariwisata Bahari di Penajam Paser Utara. Kebijakan dalam perencanaan pariwisata menjadi menarik untuk dianalisis karena memang perlu ada kerjasama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mengimplementasikan kegiatan pariwisata. Apabila terdapat kesalahan atau kurang update mohon dimaafkan. Sepenuhnya tulisan ini untuk keperluan tugas semata. Tujuan mempublikasikan di blog ini adalah sebagai portopolio dan sharing knowledge karya yang pernah aku buat. Terima kasih.




Pembangunan Hunian TOD di Stasiun Pondok Cina

Kebutuhan rumah di Metropolitan Jakarta semakin besar seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk yang bekerja di sana. Tren saat ini menunjukkan rumah dengan kemudahan akses transportasi menjadi pilihan masyrakat Metropolitan Jakarta. Salah satu kemudahan akses tersebut adalah dekatnya dengan stasiun commuterline sehingga masyarakat dapat dengan mudah menuju pusat kota Jakarta dengan moda transportasi massal tersebut.

Perum Perumnas sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang penyediaan rumah, mulai melirik potensi tersebutdengan bekerja sama dengan PT KAI Commuter Indonesia (PT KCI) yang juga merupakan anak perusahan PT KAI Indonesia, BUMN di bidang transportasi berbasis rel. Salah satu perumahan yang akan dibangun oleh Perum Perumnas adalah rumah vertikal yang satu lokasi dengan Stasiun Pondok Cina, Kota Depok yang berada di jalur kereta Jakarta - Bogor. Lokasi ini dinilai sangat strategis karena dekat dengan pusat bisnis Kota Depok, yaitu Jalan Margonda Raya dan pusat pendidikan, yaitu Universitas Indonesia dan Universitas Gunadharma.

Konsep Transit Oriented Development (TOD) menjadi konsep yang dipromosikan oleh Perum Perumnas untuk menarik minat masyarakat dalam berinvestasi di bidang properti. Pembangunan rumah vertikal atau apartemen satu lokasi dengan stasiun mengindikasi bahwa Perum Perumnas memiliki strategi dan kekuatan monopoli yang diberikan oleh pemerintah dalam bentuk kemudahan perizinan. Sedangkan pengembang lain agak sulit untuk memperoleh lokasi tersebut dikarenakan sangat tingginya harga lahan, perizinan, dan faktor lainnya.

Hadirnya apartemen yang dibangung oleh Perum Perumnas menjadi pesaing baru pengembang lain dalam penyediaan apartemen di kawasan tersebut. Harga yang diawarkan oleh Perum perumnas sendiri cukup terjangkau dibandingkan pesaing lainnya. Salah satu alasannya karena Perum perumnas juga memiliki fungsi Public Service Obligation (PSO).

Permasalahan

Perum Perumnas sebagai pengembang turut meramaikan pasar perumahan khususnya apartemen di Kota Depok. Adapun permasalahan yang ingin dikupas antara lain:

  1. Seberapa besar kekuatan monopoli Perum Perumnas dalam pasar apartemen di Kota Depok?
  2. Apakah keuntungan Perum Perumnas dengan membangun apartemen di Stasiun Pondok Cina, Kota Depok?
  3. Dampak apa yang akan terjadi akibat pembangunan apartemen di Stasiun Pondok Cina, Kota Depok?
Landasan Teori

Rumah adalah salah satu kebutuhan pokok yang harus terpenuhi oleh manusia sebagai tempat berlindung. Rumah juga merupakan salah satu penentu tingkat kemakmuran masyarakat (Sjafrizal, 2014). Salah satu tugas pemerintah adalah menjamin kesejahteraan masyarakat dalam bentuk penyediaan rumah. Untuk mengukur permintaan rumah terdapat tiga faktor utama, yaitu faktor ekonomi, faktor demografi, dan faktor hedonis (Davidson, 1973). Fontela dan Gonzales (2009) menambahkan faktor yang menentukan digambarkan pada bagan berikut:
Sumber: Davidson (1993), Fontela & Gonzales (2009), dengan modifikasi

Pasar  properti  termasuk  dalam  pasar  monopolistik.  Hal  tersebut  sesuai  dengan karakteristiknya, antara lain:
  • Produk properti terdiferensiasi menjadi beberapa tipe fasilitas;
  • Jumlah pengembang cukup banyak, baik dari perusahaan swasta maupun perusahaan pemerintah;
  • Setiap pengembang bebas keluar dan masuk pasar; dan
  • Setiap  pengembang  bebas  menentukan  harga,  namun  perlu  disesuaikan  dengan  karakteristik konsumen.
Permintaan  properti  pada  pasar  monopolistik  cenderung  elastis,  artinya  sedikit  perubahan harga  properti  akan  membuat  perubahan  permintaan  yang  cukup  besar.  Hal  tersebut  dikarenakan selain  untuk  memenuhi  kebutuhan  papan,  sektor  properti  merupakan  aset  investasi  yang menguntungkan dalam jangka panjang. Harga properti cenderung terus meningkat setiap waktunya yang dapat diprediksi oleh masyarakat. Maka dari itu, permintaan akan properti akan sangat besar sebelum harga naik, walau kenaikan harga relatif rendah.  Persaingan dalam pasar monopolistik sebenarnya tidak memerlukan pengaturan karena dead weight loss relatif kecil, permintaan sangat elastis sehingga kelebihan kapasitas produksi relatif kecil, dan ketidakefisienan produksi diimbangi dengan kenikmatan konsumen karena pilihan produk yang beragam, peningkatan kualitas, dan kebebasan memilih produk.

Pembahasan

 Jumlah permintaan rumah di Kota Depok dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Berdasarkan data dari BPS Kota Depok (2017), laju pertumbuhan  penduduk  Kota  Depok  dari  tahun  2015  –  2016  sebesar  3,53%.  Menurut  Real  Estate Indonesia (REI) kenaikan harga properti di Kota Depok sebesar 3-5% setiap tahunnya  dan pertumbuhan rumah di Kota Depok sebesar 15% setiap tahunnya (Azkia, 2017).

Berdasarkan  informasi,  saat  ini Kota  Depok  memiliki  8  apartemen  yang sudah terbangun dan sudah habis terjual. Namun, hanya 6 apartemen yang berhasil diperoleh  data  jumlah  unit,  rata-rata kisaran  harga  per  unitnya,  dan  biaya pembangunan  apartemen  yang  dapat dilihat pada tabel di samping. Maka rata- rata harga 1 unit apartemen di Kota Depok adalah  sebesar  Rp318  juta.  Setiap apartemen  memiliki  biaya  pembangunan 1  unit  yang  berbeda-beda  tergantung dengan  biaya  pembangunan  total  dan jumlah  unit  apartemen  yang  disediakan. Setiap   apartemen juga memiliki keuntungan penjualan yang berbeda pula yang dapat dilihat pada tabel di bawah.

Sumber: Berbagai Berita Online, hasil analisis dan asumsi

Berdasarkan informasi, Perum Perumnas mengeluarkan  dana  untuk  membangun  apartemen  TOD  di Stasiun Pondok Cina sebesar Rp1,45 triliun untuk 3.963 unit apartemen.  Harga  jual  apartemen  tersebut  sekitar  Rp224 juta.  Dari  informasi  tersebut  dapat  diperkirakan  rata-rata biaya  untuk  membangun  1  unit  apartemen,  yaitu  sebesar Rp365 juta.  Jika dianalisis menggunakan kurva permintaan seperti pada  gambar  di  samping,  Perum  Perumnas  menjual apartemen di bawah harga biaya dan dapat dipastikan Perum  Perumnas mengalami kerugian. Besar kerugian yang dialami oleh Perum Perumnas sebesar Rp558 miliar.

Jika diukur kekuatan monopoli Perum Perumnas dalam menentukan harga menggunakan indeks Learner maka nilainya adalah negatif. Artinya, Perum Perumnas sebenarnya tidak memiliki kekuatan monopoli. Hal tersebut wajar dikarenakan Perum Perumnas memiliki fungsi sebagai Public Service Obligation  (PSO)  yang  artinya  Perum  Perumnas  memiliki  kewajiban  untuk  memberikan  pelayanan publik. Harga apartemen yang berada di bawah harga biaya merupakan interverensi pemerintah agar apartemen  tersebut  menjangkau  masyarakat  berpenghasilan  menengah  dan  rendah.  Maka  dengan kata  lain,  pemegang  kekuatan  sepenuhnya  adalah  pemerintah  yang  dapat  menentukan  harga  dan memberikan perizinan kepada Perum Perumnas sebagai pengembang.  Harga jual apartemen yang di bawah harga biaya dan harga pasar tentu memberikan dampak besar.  Pertama,  pemerintah  perlu  menambal  biaya  karena  harga  jual  tidak  dapat  menutupi  biaya pembangunan.  Kedua,  permintaan  akan  sangat  tinggi  melebihi  unit  yang  disediakan.  Harga  jual apartemen di bawah harga pasar akan memberikan surplus konsumen dalam bentuk kesejahteraan. Hal lain yang belum masuk dalam perhitungan ini adalah biaya operasional yang perlu dikeluarkan oleh pemilik  apartemen.  Mungkin  saja  biaya  operasional  tersebut  bisa  jadi  keuntungan  buat  Perum Perumnas.

Sumber: Hasil Analisis dan Asumsi (2017)

Kesimpulan dan Rekomendasi

Perum Perumnas sebagai pengembang perumahan melihat potensi apartemen dengan konsep TOD.  Bekerja  sama  dengan  PT  KCI  untuk  membangun  kawasan  TOD  yang  menjadi  daya  tarik masyarakat  karena  kemudahan  akses  transportasi  computerline.  Sebagai  BUMN,  Perum  Perumnas memiliki fungsi Public Sevice Obligation sehingga selain memperoleh profit juga sebagai pelayanan masyarakat. Hal tersebut diwujudkan dalam bentuk murahnya harga unit apartemen karena untuk masyarakat  berpenghasilan  menengah  ke  bawah.  Harga  jual  yang  ditawarkan  Perum  Perumnas sebenarnya  menyebabkan  kerugian,  namun itu  semua  ditambal  dari  subsidi  yang  diberikan  oleh pemerintah. Harga jual yang berada di bawah harga pasar akan menyebabkan excess demand. Untuk itu, pengembangan konsep TOD di stasiun lain bisa menjadi salah alternatif dalam penyediaan rumah di  Metropolitan  Jakarta. Multiplier  effect  yang  diperoleh  dengan  konsep  TOD  di  stasiun  adalah mengurangi kerugian akibat macet. Namun, akibatnya  PT KCI harus menambah  tambahan armada untuk meningkatkan pelayanan transportasi. Di sisi lain, PT KCI akan memperoleh keuntungan apabila mampu melayani masyarakat dengan baik.

Konsep  TOD  ini  menjadi  salah  kaprah.  Seharusnya  TOD  mengkompakkan  kawasan  sehingga segala  aktivitas  akan  terpusat  di  kawasan  tersebut.  Artinya  membagi  beban  pada  kawasan  TOD membuat beban ibukota menjadi lebih ringan. Tetapi kenyataannya, orientasi TOD mengarah pada akses. Kegaiatan akan tetap berpusat di ibukota, kemacetan ibukota akan tetap terjadi terutama pada jalur yang menghubungkan stasiun dengan tempat kerja.

Investasi di sektor properti memang menjadi sektor paling menguntungkan yang akan dirasakan dalam jangka panjang. Tujuan membangun hunian dengan harga rumah perlu dikaji kembali apakah benar-benar dapat diperoleh oleh masyarakat yang membutuhkan. Apabila masyarakat yang menjadi sasaran konsumen tetap tidak dapat memperolehnya, pembangunan apartemen tersebut akan salah sasaran dan konsumen berpenghasilan menengah ke atas yang akan membelinya. Perum Perumnas, pihak bank, dan pemerintah harus benar-benar menyaring calon konsumen mana yang paling tepat untuk dapat hunian tersebut. Sehingga pemberian subsidi dengan pengurangan harga dan kemudahan kredit sesuai dengan sasaran.



Daftar Pustaka

  1. Azkia, F. (2017, Mei 5). Q1 2017: Depok Konsisten Jaga Kestabilan Harga Rumah Tapak. Diambil kembali dari RumahCom: http://goo.gl/K7Y6uv.
  2. Davidson, H. A. (1973). Hausing Demand: Mobile, Modular, or Conventional? New York: Van Nostrand Reinhold Company.
  3. Fontenla, M., & Gonzales, F. (2009). Housing Demand in Mexico. Journal of Housing Economics, 18, 1- 12.
  4. Sjafrizal. (2014). Ekonomi Wilayah dan Perkotaan. Jakarta: Rajawali Press.

Tulisan ini dibuat sebagai tugas mata kuliah Mikroekonomi untuk Kebijakan Publik 2. Ide awalnya karena aku tertarik dengan pembangunan apartemen yang cukup masif di wilayah peri-urban Jakarta yang salah satunya menjadi satu kesatuan dengan Stasiun KRL. Keterbatasan data dan waktu memang jadi kendala, namun yang terpenting dari tugas ini adalah substansinya. Apabila terdapat kesalahan data dan informasi, mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Tidak ada maksud untuk menyinggung pihak manapun, sepenuhnya ini untuk kepentingan tugas kuliah semata. Tujuan mempublikasikan di blog ini adalah sepenuhnya sebagai portofolio dan membagi ide-ide penelitian yang pernah aku buat. Terima kasih.

Perjalanan Koordinasi Implementasi Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD)

Melanjutkan tulisan sebelumnya, Mari Mengenal Satgas P2DD, pada tulisan kali ini aku akan menjabarkan riset kualitatif saya yang berjudul The Journey of Coordination for Implementation of Acceleration and Expansion of Regional Digitalization. Riset ini juga merupakan tanda berakhirnya keterlibatan aku pada kegiatan Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah di tempatku bekerja. Sebagai informasi, riset ini sudah disubmit pada salah satu jurnal nasional terakreditasi Kemendikbud. Namun, karena proses yang cukup lama dan berulang-ulang revisi, sehingga membuat aku menyerah untuk memperjuangkan riset ini terpublish di jurnal. Untuk itu,pokok-pokok riset ini akan dipaparkan di blog ini. Semoga bermanfaat.

Pengembangan teknologi informasi telah masuk pada berbagai sendi kehidupan setiap manusia. Salah satunya pada sistem pembayaran yang mana transaksi keuangan dilakukan secara digital melalui uang elektronik. Pengembangan terus dilakukan, digitalisasi pembayaran tidak hanya untuk aktivitas jual beli saja, tetapi masuk dalam pemerintahan. Inisiasi untuk mendigitalkan transaksi pemerintah daerah khususnya pendapatan dimulai sejak tahun 2018. Dari hasil pilot project di beberapa daerah, ternyata digitalisasi transaksi pendapatan daerah mampu meningkatkan pendapatan daerah 100-200%. Hal ini dikarenakan praktik-praktik kecurangan yang biasa terjadi pada pemungutan pajak dan retribusi di daerah dihilangkan karena setiap transaksi tercatat secara digital. Berdasarkan hal tersebut, munculah inisiasi untuk melaksanakan Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) pada tahun 2019. P2DD merupakan cita-cita luhur untuk menjadikan seluruh daerah di Indonesia berstatus digital meskipun untuk tahap awal ini, P2DD berfokus pada digitalisasi transaksi pendatan daerah.

Pada tahun 2020, tim pusat P2DD terbentuk dengan nama Kelompok Kerja Nasional Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Pokjanas P2DD). Pada saat itu, Pokjanas P2DD beranggotakan lima pimpinan kementerian/lembaga, yaitu Menko Perekonomian, Mendagri, Gubernur BI, Menkeu, dan Menkominfo.Kelima pimpinan kementerian/lembaga tersebut bersepakat dan menandatangani Nota Kesepahaman pada Februari 2020 lalu. Setelah penandatangan tersebut, Pokjanas P2DD bergerak cepat dengan menyusun program kerja di tahun 2020. Sayangnya, program kerja tersebut tidak dapat terlaksana secara maksimal karena terjadi pandemi Covid-19. Fokus setiap anggota Pokjanas P2DD pun pada umumnya lebih ke penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi yang diprioritaskan instansinya masing-masing. Walaupun dengan keterbatasan yang ada, kegiatan yang masih dapat terlaksana adalah pembahasan dasark hukum P2DD dan sosialisasi mengenai transaksi non-tunai dan pembentukan Pokjanas P2DD.

Untuk memperkuat dasar hukum pelaksanaan P2DD, maka perlu adanya dasar hukum terkait keanggotaan P2DD. Seiring berjalannya waktu, terdapat berbagai masukan dalam perjalanan P2DD, diantaranya adalah perubahan nama dari Pokjanas P2DD menjadi Satuan Tugas P2DD (Satgas P2DD) dan penambahan anggota, yaitu Mensesneg, MenPANRB, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas. Dasar hukum tersebut berhasil ditetapkan pada Maret 2021, yaitu Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2021 tentang Satgas P2DD. Keppres tersebut menjelaskan tentang keanggotaan Satgas P2DD, tugas, amanat implementasi P2DD di daerah, rincian keangotaan Satgas P2DD dijabarkan dalan Kepmenko Perekonomian, dan implementasi P2DD dijabarkan dalam Permendagri.

Tahun 2021 merupakan tahun yang cukup progresif. Hal ini dikarenakan pada tahun tersebut, berhasil menerbitkan dua peraturan turunan dari Keppres Nomor 3 Tahun 2021, yaitu Keputusan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 147 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2021. Lengkapnya regulasi tersebut membuat implementasi di daerah dapat mudah dilaksanakan. Pada tahun tersebut juga, cukup gencar sosialisasi regulasi agar pemerintah dapat bergerak dalam P2DD.

Tentunya Pemda tidak akan memperoleh kehampaan dalam melaksanakan P2DD. P2DD ini akan dijadikan ajang championship bagi Pemda yang mampu mengimplementasi P2DD dan mampu mencapai tahap digital. Hingga akhir tahun 2021, perumusan kriteria championship masih terus dilakukan. Ajaibnya, antusiasme Pemda dalam implementasi P2DD sangat tinggi. Hal tersebut dapat terlihat dari asesmen yang dilakukan oleh Bank Indonesia melalui Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (Indeks ETPD). Dari hasil asesmen yang dilakukan pada April 2021 dan Juli 2021, terjadi pertumbuhan jumlah Pemda di level Digital dan Maju, pengurangan di level Berkembang, dan kontan di level Inisiasi.

Dari riset ini didapatkan bahwa perjalanan P2DD cukup progresif khususnya terkait kegiatan dan output utama. Banyak program kerja yang direncakan tidak terlaksana dengan baik karena terjadinya Covid-19. Selain karena fokus dari anggota Satgas P2DD berubah, pembatasan aktivitas pun menjadi kendala yang signifikan. Namun pada tahun 2021, ketika memasuki masa new normal, berbagai program kerja yang tidak terlaksana di tahun 2020 mulai dikebut dan dilaksanakan. Adanya manajemen strategi dan koordinasi yang baik dalam anggota Satgas menjadi kunci utama dalam perencanaan dan pelaksanan program kerja. Bagaimana mengupayakan program kerja dapat terlaksana dengan baik meskipun terjadi gangguan tak terduga. Hal tersebut membutuhkan komitmen yang kuat antar-anggota Satgas P2DD dalam melaksanakan implementasi P2DD.

Review Buku: Fiqih ASN dan Karyawan





Saat berbincang-bincang di kantin sebelum memasuki bulan Ramadhan, salah seorang rekan kerjaku  menceritakan tentang fiqih hutang piutang hasil kajian yang ia ikuti beberapa waktu lalu. Dari ceritanya, aku tiba-tiba tertarik untuk mencari tahu tentang fiqih lainnya. Sehubungan saat ini aku merasa ada ketidakberesan dalam unit kerja yang membuat ingin keluar dari unit kerja tersebut, aku terpikirkan untuk mencari tahu mengenai fiqih dalam menjalankan pekerjaan. Iseng membuka Play Books di ponsel, aku menemukan buku yang sesuai dengan rasa keingintahuanku, yaitu Fiqih ASN dan Karyawan.

Buku karya Ammi Nur Baits ini mengundang selera aku untuk membacanya. Judul yang lugas dan to the point adalah salah satu alasannya. Tentunya ada harapan bisa menjadi pegawai yang lebih baik dan bisa melaksanakan pekerjaan sebaik mungkin tanpa bertentangan dengan aturan Allah swt.

Sedikit flashback, aku sempat mengalami stres yang cukup berat karena beban pekerjaan yang tinggi namun tidak ada value yang bisa aku dapatkan, khususnya terkait pengembangan diri. Kondisi tersebut sempat aku ceritakan pula pada tulisan Quarter Life Crisis: Apakah Aku Sedang Mengalaminya? Seiring berjalannya waktu, aku mampu mengatasinya. Selain itu pula, terdapat keputusan perubahan substansi yang saya pegang meskipun aku masih berada dalam unit yang sama. Namun, keinginan untuk pindah unit masih ada. Tujuannya satu, untuk menghindari kezaliman yang terjadi di dalam unit kerja. Saat ini, rasa stres ini kembali muncul, terutama setelah kezaliman yang rasakan dirasakan juga oleh orang lain dengan bukti-bukti yang valid, memperkuat pernyataan aku terkait kondisi unit kerja.

Buku ini dikemas secara simpel dengan cover berlatar belakang putih dengan gambar kerah baju dengan dasi, judul buku, dan nama penulis, serta bagian pojok kanan atas terdapat logo penerbit. Buku ini terdiri dari 30 bab yang menjelaskan secara detil setiap babnya dengan disertai dalilnya. Aku akan membaginya menjadi beberapa bagian besar secara ringkas.

INGAT AKHIRAT

Pada bagian awal, penulis, Ammi Nur Baits mengingatkan agar selalu mengingat akhirat. Apapun yang kita lakukan di dunia, maka akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Apapun yang kita kerjakan di dunia, akan dibalas oleh Allah sekecil apapun itu bentuknya.

Yang halal akan dihisab dan yang haram akan diazab.

Dua hal yang saya rasakan setelah membaca bagian ini, senang dan takut. Senangnya adalah ketika idealisme yang aku pegang serasa dibela. Upaya aku untuk menjauhi kezaliman sudah sangat tepat. Namun, aku pun merasa takut karena idealisme positif aku tidak sepenuhnya bisa terlaksana. Beberapa hal buruk tidak dapat aku hindari, baik itu terpaksa untuk kepentingan pribadi maupun dipaksa untuk kepentingan senior dan pimpinan.

Kita juga diberitahu pemahaman yang salah di masyarakat bahkan sering dilakukan oleh pegawai-pegawai senior, yaitu (1) yang penting shalat dan banyak ibadah membuat keburukan jadi beres; dan (2) yang haram jadi halal jika dizakati. Kedua hal terebut hanya pembelaan diri agar tetap dapat melakukan hal-hal yang haram. Selain itu, kita perlu sadar bahwa ketika kita mendapat bekerjaan, itu berarti kita berakad dengan Allah dan beramah mengerjakan pekerjaan tersebut dengan sebaik mungkin.

HAL-HAL BURUK DALAM BEKERJA

Pada bagian ini kita dijelaskan mengenai hal-hal buruk dalam bekerja, yaitu korupsi, meminta jabatan, menipu saat melamar pekerjaan, sogok, nepotisme, korupsi waktu saat jam kerja, dan penggunaan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi. Selain itu pula, pada bagian ini dijelaskan ciri-ciri pegawai ideal yang bisa menjadi pedomat bagi kita para pegawai atau karyawan.

BENTUK AKAD DENGAN PEGAWAI

Pada bagian ini menjelaskan dalil yang mengatur mengenai jenis-jenis akad bekerja antara perusahaan dengan karyawan/pegawai. Tentunya ada hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika bekerja. Hal ini menjadi pembelajaran bagi kita mengenai batasan-batasan dalam bekerja.

PENGHASILAN, HADIAH, DANA PENSIUN, DAN ZAKAT PROFESI

Di bagian terakhir, menjelaskan hak-hak yang didapat oleh seorang pegawai/karyawan, seperti penghasilan, hadiah, dan dan pensiun. Selain itu, seorang pegawai/karyawan juga memiliki kewajiban untuk membayat zakat profesi. 

Setelah membaca buku ini, aku mulai berkaca dan intropeksi diri. Dalam dunia pekerjaan, kezaliman-kezaliman mungkin sering kita lakukan meskipun itu hal-hal yang sangat kecil. Namun, kezaliman tersebut masih bisa dimaafkan asalkan kita bertaubat kepada Allah swt. Seperti halnya, kita memperoleh uang yang bukan hak kita karena tuntutan para pimpinan atau administrasi, bisa kita sedekahkan atas nama negara. Untuk itu, aku akan terus melaksanakan idealisme positif, tentunya karena sadar akan ada petanggungjawaban di masa depan. Meskipun ada pertentangan antara idealisme yang saya pegang dengan sistem yang dibuat oleh para pimpinan.

Menerima atau memberi hadiah diperbolehkan, namun yang perlu diperhatikan adalah tujuannya. Apabila ada kepentingan personal, tentu itu diharamkan dan merupakan bentuk gratifikasi. Sebaiknya memang menghindari segala pemberian. Berdasarkan pengalaman, orang yang punya "maksud" adalah yang selalu meminta pertolongan setelah memberikan sesuatu. Aku pun mulai menjauhi orang-orang seperti itu demi menghindari ketergantungan terhadap hadiah maupun tekanan dari permintaan dari orang-orang tersebut.

Dibalik hak yang kita peroleh, tentu ada kewajiban yang perlu kita lakukan. Kewajiban utama adalah melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kapasitas dan perjanjian dalam akad. Di dunia ASN terkadang pekerjaan yang didapat oleh seorang staf lebih besar dari tanggungjawab dan penghasilannya sedangkan pimpinan tidak punya kekuasaan untuk memberikan insentif maupun menaikkan gaji. Hal tersebut dikarena gaji dan tunjangan ASN sudah diatur oleh instansi khusus yang menangani kepegawaian dan aparatur negara. Untuk itu, perlu ada pembatasan diri mengenai pekerjaan. Hal ini juga berpengaruh pada kondisi mental. Hal lainnya yang sangat penting adalah perlu SYUKUR dan SABAR sebagai kunci menjalani rutinitas pekerjaan. Syukur memperoleh pekerjaan dan pendapatan yagng cukup serta sabar dalam menghadapi berbagai permasalahan yang terjadi. Perlu yakin bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Adil, suatu saat ujian ini akan mendapat berkah dan rejeki dari Allah swt.

Attack on Titan: Sebuah sindiran bagi keserakahan manusia





Apa rasanya menjadi bagian dari sekelompok manusia yang tersisa di dunia ini. Hidup di dalam wilayah yang dikelilingi oleh tembok tinggi berukuran 10 meter yang berfungsi sebagai pelindung dari serangan titan pemakan manusia. Tentu hidup tidak akan pernah tenang. Meskipun tembok tinggi yang melindungi warga terlihat kokoh, namun jika jebol, kepunahan manusia hanya tinggal menghitung mundur. Perasaan saya ketika menonton episode pertama Attack on Titan sungguh digojlok-gojlok. Sebagai warga biasa yang tidak memiliki kekuatan bertarung, baik mencoba melawan atau menghindari titan, ujung-ujungnya akan mati terkoyak oleh gigi titan dan ditelan.

Kemunculan Titan Kolosal dan Titan Armor yang menjebol Tembok Maria, satu dari tiga tembok yang mengelilingi tempat hidup bangsa Eldia, di Distrik Shiganshina membuat masuknya para titan dan memakan warga di sana. Sangat sedikit warga yang berhasil diselamatkan. Baik orang dewasa maupun anak-anak, termasuk para polisi militer pun banyak yang menjadi santapan para titan yang kelaparan. Eren Yeager, salah satu anak yang tinggal di Distrik Shiganshina yang berhasil selamat, harus melihat ibunya sendiri dimakan hidup-hidup oleh titan. Hal inilah yang membuat Eren Yeager, tokoh utama dari serial Attack on Titan ingin menjadi seorang prajurit di kepolisian militer agar dapat membunuh semua titan yang ada di luar tembok sebagai balasan atas kematian ibunya.

Dari season 1, 2, dan 3, saya benar-benar disuguhkan dengan kehebatan manusia. Akal dan pikiran manusia dapat digunakan untuk bertahan hidup dari titan. Manusia dapat belajar menjadi penyerang yang dapat membunuh titan berukuran raksasa, membangun tembok raksasa, dan membangun peradaban di dalam tembok. Namun, tentunya akal pikiran tersebut dapat melenceng dan jauh dari moral, seperti kondisi pemerintahan bangsa Eldia. Para bangsawan dan pejabat berusaha menjaga rahasia terbesar kerajaan dan tidak segan-segan untuk membunuh orang-orang yang mencoba mencari tahu atau membocorkannya kepada masyarakat biasa. Bahkan mereka menjadikan raja palsu yang penurut agar rahasia tersebut tidak terbongkar. Rahasia tersebut adalah mengenai bahwa Eldia bukanlah manusia yang tersisa di dunia. Mereka tinggal di sebuah pulau bernama Paradis dan di seberang lautan terdapat daratan luas yang dihuni berbagai bangsa lainnya.

Pada final season part 1 dan part 2 yang masih on going, kita mulai digambarkan mengenai keserakahan dan egoisme manusia. Sikap buruk manusia ini dapat membuat manusia saling berperang bahkan tak segan saling membunuh.

Cerita di mulai pada sebuah desa yang tiba-tiba diserang oleh pasukan Eldia kuno. Warga desa tersebut dijadikan budak yang jauh lebih hina dibanding binatang. Raja Fritz pada saat itu tak segan untuk mengeksekusi mati warga desa tersebut jika berani menentang keinginan Raja Fritz. Suatu saat, seekor babi ternak kabur karena kandangnya terbuka. Raja Fritz akan mencongkel mata seluruh budak jika tidak ada yang mengaku. Seluruh budak menunjuk gadis kecil bernama Ymir sebagai pelaku. Sebagai hukuman, Ymir dibebaskan seperti binatang liar dan ia harus diburu oleh prajurit Eldia. Ymir menemukan sebuah pohon besar dan masuk ke dalam lubang yang ada di dekat akar untuk bersembunyi dari kejaran prajurit. Tanpa sadar, Ymir jatuh ke dalam air dan tenggelam. Namun, dia ditempeli oleh makhluk asing yang disebut halucigenia dan dia berubah menjadi titan raksasa setinggi 15 meter. Itulah yang menjadi titan pertama atau Founding Titan. Setelah mendapatkan kekuatan Founding Titan, Ymir malah menjadi budak Raja Fritz lagi. Kekuatan Ymir dimanfaatkan oleh Raja Fritz untuk menyerang bangsa lain sehingga Eldia menjadi bangsa terkuat dan ditakuti. Ymir pun dinikahi oleh Raja Fritz dan memiliki tiga anak, yaitu Maria, Rose, dan Sina.

Suatu hari, salah satu tentara yang tidak suka denga ketamakan Raja Fritz mencoba membunuh Raja Fritz dengan melempar tombak. Namun, Ymir dengan sigap menjadikan dirinya tameng tanpa kekuatan titan sehingga tombak menancap di tubuhnya. Sebenarnya dengan kekuatan titan, Ymir mampu memulihkan luka yang ada ditubuhnya, tetapi dia memutuskan untuk tidak melakukannya dan mengakhiri hidupnya. Keserakahan Raja Fritz tidak berhenti begitu saja, dia memotong-motong tubuh Ymir dan memerintahkan anaknya Maria, Rose, dan Sina untuk memakan daging ibunya agar kekuatan titan diturunkan turun temurun. Akibatnya, terciptalah 9 titan shifter hasil pecahan dari titan Ymir, yaitu Founding Titan, Attack Titan, Female Titan, Colossal Titan, Armor Titan, Jaw Titan, Cart Titan, Beast Titan, dan War Hammer Titan.

Keserakahan raja-raja Eldia sebelumnya untuk menguasai dunia berlangsung berabad-abad. Kekuatan titan membuat mereka merasa superpower. Hingga akhirnya, Raja Karl, raja Eldia saat itu, tersadar atas kesalahan leluhur Eldia yang telah menumpas bangsa lain, khususnya bangsa Marley yang menjadi musuh bebuyutan bangsa Eldia. Raja Karl bersumpah anti perang dan membawa sebagian orang Eldia ke Pulau Paradis untuk kehidupan yang tenteram dan damai. Dengan kekuatan Founding Titan, Raja Karl menghapus seluruh ingatan orang Eldia yang pindah ke Pulau Paradis dan membangun tiga lapis tembok dari jutaan Wall Titan dan diberi nama Tembok Maria, Tembok Rose, dan Tembok Sina. Namun, penghapusan ingatan oleh Founding Titan tidak berlaku bagi orang Eldia yang tidak ikut pindah ke Pulau Paradis, orang Eldia dengan klan Ackerman dan klan Asia. Karena klan Ackerman dan klan Asia dapat mengancam rencana Raja Karl, maka pemerintahan Eldia saat itu berusaha memusnahkan kedua klan tersebut.

Pindahnya sebagian orang Eldia ke Pulau Paradis ternyata dimanfaatkan oleh bangsa Marley untuk dapat menguasai dunia. Orang Eldia yang tidak pindah ke Pulau Paradis, tetap tinggal di wilayah kekuasaan Marley, namun tinggal di zona pengasingan. Bangsa Marley mulai memberikan paham kepada orang Eldia di Marley bahwa Eldia merupakan keturunan iblis yang menggunakan kekuatan titan untuk menguasai dunia. Orang Eldia yang tinggal di Marley harus menebus dosa leluhur mereka dengan menjadi tentara khusus Marley. Kebetulan, Marley telah menguasai pewaris titan shifter. Marley menjanjikan orang Eldia yang mau membantu Marley akan diberikan kehidupan yang layak dan boleh berjalan-jalan keluar zona pengasingan.

Marley menjadikan pewaris titan shifter sebagai alat perang untuk menindas bangsa lain. Namun, tujuan utama Marley adalah memusnahkan bangsa Eldia yang tinggal di Pulau Paradis sebagai upaya balas dendam kepada Eldia ribuan tahun yang lalu. Marley melakukan penelitian dan menemukan serum yang menjadikan manusia menjadi titan tak berakal atau Mindless Titan. Orang Eldia yang membangkang aturan Marley akan dijadikan Mindless Titan dan dibuang ke Pulau Paradis. Inilah mengapa bangsa Eldia di dalam tembok diserang oleh Mindless Titan yang sebenarnya merupakan orang Eldia juga yang tinggal di Marley.

Substansi Attack o Titan ini sesungguhnya sindiran buat manusia yang serakah dan merasa dirinya superpower sehingga mampu menindas manusia lainnya. Semua ini terjadi di pemerintahan. Seolah ingin melindungi masyarakat kecil, tapi kenyataannya masyarakat kecillah yang menjadi korban dari keserakahan.

Kejayaan Eldia kuno yang didapat dari menindas sebuah desa dan memanfaatkan kekuatan Ymir adalah kesalahan awal, ditambah lagi Raja Fritz tidak mau kekuatan titan Ymir hilang sehingga memaksa anak-anaknya memakan Ymir agar mewarisi kekuatan Titan.

Upaya perdamaian Raja Karl sebenarnya sudah baik. Namun, mengasingkan diri dan membuat bangsa Eldia melupakan sejarah adalah kesalahan terbesar. Orang Eldia biasa tidak memiliki kebebasan, tidak berkembang, dan hidup dalam ketakutan karena kebohongan yang dibuat oleh Raja Karl. Raja Karl pun tidak segan-segan menumpas warganya yang menentang keputusannya. Raja Karl tidak memikirkan ancaman akibat keputusannya itu dan ternyata itu membuat ancaman baru bagi orang Eldia di dalam tembok, yaitu serangan balas dendam Marley.

Kebencian Marley terhadap Eldia dilakukan dengan menyerang Pulau Paradis telah disiapkan matang-matang. Mulai dengan menanamkan paham bahwa Eldia ras iblis sehingga sebagai penebusan dosa Eldia harus menjadi tentara Marley untuk menghancurkan Eldia di Pulau Paradis, meningkatkan derajat orang Eldia yang mewarisi titan shifter, dan mengancam Eldia yang memberontak dengan menjadikannya Mindless Titan dan membuangnya ke Pulau Paradis.

Meskipun begitu, tidak ada niat buruk yang sempurna. Niat Raja Fritz bisa dihentikan oleh Raja Karl yang bersumpah anti perang. Niat Raja Karl mengurung Eldia di Pulau Paradis berhasil dibongkar oleh pasukan baru yang inisiatif. Rencana Marley menghancurkan Eldia di Pulau Paradis berhasil dihentikan dengan adanya anggota restorasi Eldia di Marley dan membantu Eldia di Pulau Paradis. Saat ini, Eren Jeager yang telah mewarisi Founding Titan, Attack Titan, dan War Hammer Titan berusaha meratakan dunia sebagai upaya balas dendam atas serangan titan yang telah memakan ibunya. Apakah rencana Eren Jeager dapat terlaksana? Sebagai penonton anime dan tidak mengikuti manga-nya, mari kita menunggu hingga episode terakhir Attack on Titan.

[4] Jurnal Mahasiwa Tata Kota - Semester 2: Benarkah Ini Passion?

<< Back - Semester 1: Homesick and Struggling 



oleh: Diva Teguh R.


"Aska kamu ke Jogja lagi kapan? Semester 2 sebentar lagi kan?", tanya mamah berteriak dari dapur.

"Iya mah minggu depan sudah mulai perkuliahan, besok atau lusa mau ke stasiun untuk beli tiket", jawabku.

Aku teringat bahwa libur semester 1 tinggal bersisa enam hari lagi. Tak terasa hampir satu bulan aku berada di rumah. Sambil melihat IP-ku yang tidak sesuai target. Untuk sebagian orang mungkin berpikir bahwa IP di atas tiga adalah prestasi yang luar biasa. Tapi buatku adalah kegagalan. Jika aku masih mengambil program studi teknik mesin, sangatlah wajar jika sulit untuk memperoleh IP di atas tiga. Aku sekarang mengambil program studi teknik yang sebenarnya mudah, tinggal menghapal, hanya saja belum ada kesinambungan dalam diri. Aku tahu itu mudah tapi aku belum bisa merasakan kemudahan itu.

Aku masuk ke dalam kamar dan mengambil ponselku. Aku mengirimkan pesan singkat kepada Andi. Aku berencana ke Jogja bersama dia agar di kereta aku ada teman gobrol.

To: Andi PWK 2011

Ke Jogja kapan Ndi? Bareng lah ya biar ada temennya. Naik ekonomi aja dari Kircon. Mau Jumat malam atau Sabtu malan? Biar kita bisa istirahat dulu satu hari sebelum masuk kelas.

Sent.

Tak lama, ada SMS masuk di ponsel ku.

From: Andi PWK 2011

Aska, Jumat malam aja bagaimana? Biar bisa beberes juga, udah satu bulan kost-an enggak diberesin. Kamu mau beli kapan? Tolong beliin dulu ya, nanti aku transfer. Aku sampai hari Kamis ada di Sumedang. Ada acara keluarga.

Aku pun membalasnya kembali.

To: Andi PWK 2011

Oke Andi, aku belikan dulu ya, di gerbong tengah-tengah aja. Jangan lupa kirimin nomor KTP.

Sent.

Kemudian Andi mengirimkan SMS kembali yang berisi nomor KTP-nya. Besok pagi aku akan pergi ke stasiun untuk membeli tiket kereta.

Aku membaringkan tubuhku di kasur. Aku bertanya pada diri sendiri. Mengapa aku kuliah di program studi ini? Mengapa tidak aku teruskan saja kuliah di teknik mesin. Nilai-nilaiku di teknik mesin juga bagus, aku hanya tinggal mempertahankannya saja.

Aku mengingat-ingat masa kecilku. Apa yang aku suka. Apakah ada hubungannya dengan teknik mesin? Sepertinya tidak. Sewaktu aku kecil aku sangat suka sekali bermain mobil-mobilan. Namun karena orang tuaku tidak mampu membelikan mobil-mobilan remote control, aku lebih sering mengumpulkan miniatur mobil-mobilan hadiah dari makanan ringan. Ada mobil sedan, pick-up, mobil boks, truk, truk tonton, hingga truk gandeng. Halaman depan rumahku yang berukuran satu kali satu setengah meter ku jadikan area bermain. Aku padatkan tanah membentuk jalur kendaraan, seolah itu adalah jalanan beraspal. Aku buat rute berbentuk kotak-kotak sehingga setiap pertemuan jalan ada persimpangan. Di setiap persimpangan jalan aku taruh miniatur lampu lalu lintas hadiah dari makanan ringan yang lampu merah, kuning, dan hijaunya merupakan stiker berbentuk lingkaran yang sudah dipotong dan masuk dalam paket hadiah makanan ringan tersebut. Aku taruh miniatur kendaraan yang sudah aku kumpulkan berjejer di sepanjang jalan untuk mengukur kesesuaian lebar jalan dengan kendaraan. Tak lupa aku gali tanah memanjang dengan pola tidak beraturan melintasi beberapa jalan yang sudah aku buat. Itu adalah sungai. Untuk jembatan aku cari triplek bekas yang tidak dipakai kemudian aku taruh secara melintang sehingga mobil-mobil mini itu dapat melintasinya. Jika aku mendapatkan miniatur pohon dari makanan ringan yang aku beli, aku taruh di tempat-tempat yang cocok atau di area taman yang aku buat. Agar kota yang aku buat terlihat ada kehidupan, aku menaruh kotak korek api bekas yang sudah aku gambar menyerupai rumah atau bangunan dan diletakkan di sepanjang sisi jalan. Miniatur kota buatanku sudah jadi. Setiap hari aku melihatnya dan menjalankan mobil-mobil di sepanjang jalan dan melintasi jembatan. Sayangnya jika hari itu terjadi hujan, miniatur kota itu hancur lebur karena halaman depan rumah tidak memiliki atap.

***

Jumat malam, aku diantarkan kakakku ke Stasiun Kiaracondong. Di sana aku bertemu Andi dan kemudian masuk ke dalam gerbong yang aku pilih sebagai tempat duduk kami menuju Jogja. Kereta di tengah malam. Malam hari itu, kursi penumpang di gerbongku terisi semua, namun tidak ada penumpang yang berdiri. Sepuluh menit kereta berjalan aku terlelap, begitu juga dengan Andi. Kami yakin kereta ini dalam keadaan bebas maling karena kamipun tidak membawa barag berharga. Ransel kami peluk masing-masing, jadi jika ada pergerakan akan terasa. Lagi pula kami terlelap tidak sepenuhnya tidur pulas, masih ada kesadaran merasakan suara gesekan antara roda kereta dengan rel. Sebagai pengguna kereta jarak jauh, kami sudah biasa tertidur dengan cara seperti itu. Hal yang terpenting mendapatkan waktu istirahat walaupun tidak nyenyak.

Kami berdua terbangun di Stasiun Tasikmalaya. Terdengar suara pengumuman dari stasiun bahwa saat ini kami sedang berada di Stasiun Tasikmalaya. Aku meregangkan badan sambil berdiri.

"Ngantuk banget ya Ndi?", tanyaku.

"Iya nih. Enggak kerasa ya Senin besok sudah masuk semester dua. Kamu sudah mengisi Kartu Rencana Studi kan?", Andi bertanya.

"Sudah. Setahun ini kita sudah ditentukan kan ya mata kuliah apa saja yang diambil? Aman lah ya. Btw, bagaimana nilaimu di semester satu? Aman kan?, "tanyaku lagi.

"Alhamdulillah lumayan, kamu gimana?", Andi menjawab sambil tersenyum dan bertanya balik.

Layaknya sang senior yang pernah menjalani masa perkuliahan, aku menjawab, "Ya Alhamdulillah juga. Berapapun IP-nya yang penting masih di atas 3 ya? Kamu di atas 3 kan ya. Aku juga, nanti di semester berikutnya pasti bisa meningkatkan IP hingga di atas 3,5."

Aku berkata demikian seolah Andi mengalami hal yang sama denganku, yaitu di bawah 3,5.

"Iya benar, perjuangan masih panjang ya Aska. Semoga kita bisa lulus tepat waktu", Andi menyetujui ucapanku.

***

Aku yang sedang duduk di meja kerja selalu malu sendiri jika teringat percakapanku dengan Andi 9,5 tahun yang lalu. Pasalnya, Andi merupakan salah satu mahasiswa yang memperoleh nilai sempurna alias IP 4 di semester satu. Dan aku menasihati Andi padahal IP-ku tidak ada apa-apanya dibandingkan dia. Bahkan saat kelulusan pun, kami lulus bersama dan Andi menjadi salah satu mahasiswa dengan IPK tertinggi di periode kelulusan tersebut. Andi memperoleh IPK 3,84 dan menyandang predikat cumlaude.

***

Memasuki hari Senin, hari pertama kuliah di semester dua. Sejujurnya kekecewaanku mengenai IP masih terpikirkan sampai saat ini. Ya begitulah, aku itu orangnya overthinking. Hal yang tidak penting pun sering terpikirkan. Aku belum berniat mengubah cara belajarku.

Pukul 8.50 aku bersama teman-temanku sudah duduk di dalam ruang kelas. Ruang kelas yang ukurannya besar sekali sama seperti aula, mampu memuat 100 orang lebih. Gedung tempat aku belajar ini terdiri merupakan gedung Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanan. Gedung ini hanya terdiri dari tiga lantai yang mengelilingi taman di bagian tengahnya. Taman di bagian tengahnya disebut innercourt yang di desain oleh salah satu dosen arsitek. Di lantai satu terdapat ruangan Studio Arsitektur, perpustakaan jurusan, perpustakaan pasca sarjana, laboratorium komputer arsitektur, dan beberapa ruangan dosen. Di lantai dua terdapat Studio Tugas Akhir Arsitektur, empat ruang kelas program sarjana yang ukurannya besar, Studio Perencanaan Wilayah dan Kota, laboratorium komputer perencanaan wilayah dan kota, beberapa ruangan dosen, dan kantor bagian akademik. Di lantai tiga terdapat beberapa ruangan dosen dan beberapa ruangan yang digunakan untuk kelas sekaligus studio untuk program pasca sarjana. Sejujurnya aku kurang paham layout lantai tiga karena jarang sekali ke sana. Sekalinya ke sana adalah untuk bertemu dosen karena dosen-dosen muda umumnya berkumpul di lantai tiga.

Semangat belajarku di semester dua ini sebenarnya agak kendor. Aku selalu duduk di barisan agak belakang. Berkumpul dengan teman-temanku yang agak pemalas juga. Sambil menunggu dosen, seperti mahasiswa pada umumnya kami ngobrol ngalor-ngidul. Sebagai mahasiswa tahun pertama yang diobrolkan masih seputar kost-an dan tempat makan. Ada yang sudah betah dengan kost-an-nya sekarang ada pula yang mulai tidak betah karena lingkungannya agak menyeramkan. Aku lebih banyak membicarakan seputar dunia kuliner harga mahasiswa di Jogja. Risetku mengenai tempat makan sungguh lebih menyenangkan dibandingkan dengan memperdalam ilmu yang aku ambil di masa kuliah. Hal ini juga membuatku dianugerahkan sebagai ketua geng makan. Setiap makan malam, anak-anak perantauan selalu memintaku untuk menentukan mau makan di mana. Untuk urusan perut tentunya ini sangat menyenangkan, hampir setiap akan makan malam, aku selalu mengirimkan SMS kepada seluruh teman-temanku yang nge-kost untuk berkumpul di kost-an Putri, teman sekelasku yang kost-an-nya paling dekat dengan kampus dan memiliki halaman parkir cukup luas. Setiap berkumpul untuk makan malam, kost-an putri selalu penuh dengan sepeda motor milik teman-teman yang siap mencari tempat makan dan makan bersama.

Pukul 8.50 seorang pria paruh baya memakai gamis, peci, berkacamata, dan berjenggot panjang memasuki ruang kelas. Beliau memperkenalkan diri.

"Selamat pagi rekan-rekan semua. Perkenalkan nama saya Rudi Iswara. Saya dari Fakultas Geografi. Selama satu semester ini, saya mengampu mata kuliah kependudukan. Kita berkenalan dulu ya, saya coba sebutkan satu per satu di daftar hadir."

Pak Rudi mulai memanggil nama kami satu per satu, kami pun mengangkat tangan dan menyebutkan asal daerah. Suatu hal yang biasa bagi kampus yang paling banyak diminati oleh mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia.

"Kependudukan atau demografi merupakan bagian terpenting dalam perencanaan. Tentu saja yang kita rencanakan bukan hanya ruang atau fisiknya saja, tetapi penduduknya juga yang merupakan penghuni dan pelaku dari ruang yang kita rencanakan", Pak Rudi memulai perkuliahan.

"Analisis kependudukan memiliki manfaat untuk mencapai dua tujuan, yaitu tujuan dasar dan tujuan praktis. Tujuan dasar untuk menggambarkan perubahan jumlah, komposisi, dan persebaran sedangkan tujuan praktis untuk membuat sektor publik yang bermanfaat untuk penduduk itu sendiri."

"Sebagai pelaku dari ruang tentunya banyaknya penduduk akan memengaruhi kondisi ruang tersebut. Penduduk pastinya akan terus bertambah. Agar kapasitas ruang tetap stabil dan tidak mengganggu kualitas hidup serta kegiatan perekonomian, maka dalam perencanaan memproyeksikan jumlah penduduk merupakan aspek terpenting dalam perencanaan. Menurut Smith dkk. tahun 2002, fungsi dari memproyeksikan penduduk adalah untuk memprediksi perubahan penduduk di masa yang akan datang, menganalisis faktor yang memengaruhi perubahan penduduk, menghadirkan skenario alternatif dalam perencanaan, mempromosikan agenda dan menyampaikan peringatan, serta memberikan dasar untuk proyeksi lainnya", tambah Pak Rudi.

"Pertambahan penduduk itu terjadi atas dua cara, yaitu kelahiran dan migrasi masuk sedangkan pengurangan penduduk terjadi karena kematian dan migrasi keluar. Pertumbuhan kelahiran penduduk di negara berkembang cenderung lebih banyak dibandingkan dengan kematiannya sedangkan di negara maju jumlah kelahiran dan kematian cenderung seimbang. Hal ini dikarenakan kemajuan teknologi dan pola pikir masyarakat. Nah, dipertemuan pertama ini, coba rekan-rekan semua membentuk 10 kelompok. Pembagian kelompok diserahkan kepada ketua kelas. Tugasnya adalah buatlah paper  dan paparan singkat yang memberikan argumen mengapa agka kelahiran di negara berkembang jauh lebih besar dibandingkan angka kematiannya? Beri argumen juga mengapa negara maju mampu mengontrol jumlah kelahiran dan kematian penduduknya? Masing-masing beri contoh negara berkembang dan majunya apa dan kebijakan apa yang diterapkan dalam mengontrol jumlah penduduk? Dikumpulkan maksimal pada hari Sabtu malam minggu ini. Minggu depan akan saya pilih kelompok yang akan mempresentasikan tugasnya. Kelas saya tutup. Terima kasih", Pak Rudi mengucapkan salam, mencabut flashdisk dari komputer di depan kelas dan berjalan menuju pintu untuk keluar ruangan kelas.

Sebelum semuanya mahasiswa meninggalkan kelas, sang ketua kelas maju ke depan kelas dan meminta untuk pembagian kelompok. Pembagian kelompok dilakukan dengan cara berhitung satu sampai sepuluh pada setiap mahasiswa. Mahasiswa yang menyebutkan angka yang sama berarti mereka satu kelompok. Hal tersebut dilakukan mulai dari mahasiswa yang duduk di baris paling depan hingga mahasiswa yang duduk di baris paling belakang. Setelah pembagian tersebut, setiap kelompok berkumpul untuk membicarakan tugas. Setelah itu membubarkan diri, ada yang menuju perpustakaan ada pula yang menuju kantin untuk sarapan yang tertunda.

Memasuki pukul 12.50, para mahasiswa mulai ramai memasuki ruang kelas. Pukul 13.00 nanti, perkuliahan ke dua di hari ini akan segera dimulai. Mata kuliahnya adalah Rancang Kota yang diampu oleh Pak Bardi. Pak Bardi ini merupakan salah satu dosen favorit di seluruh angkatan. Meskipun tergolong dosen madya berada di rentang usia dosen senior dan dosen muda tapi beliau itu sangat berjiwa muda. Di semester satu beliau jua mengampu mata kuliah Teori Keruangan. Paparannya yang simpel dan penuh warna serta penyampaiannya yang mudah dipahami membuat para mahasiwa menyukai setiap mata kuliah yang beliau bawakan. Aku pun demikian karena setiap perkuliahan beliau selalu mempelajar ruang, bentuk, pola, dan desain yang membuat imajinasi dan kreativitas berjalan. Intinya ada unsur seni di setiap mata kuliah yang beliau ajarkan.

"Selamat datang di semester dua, bertemu lagi dengan saya. Kita masuk mata kuliah rancang kota atau biasa disebut urban design. Secara ruang lingkup, rancang kota ini berada di level meso atau tengah, atau dengan kata lain berada di antara level mikro dan makro. Pada semester sebelumya kalian sudah mengetahui bahwa level mikro itu merupakan cakupan arsitektur yang mana mendesain interior dan bangunan sedangkan level makro itu merupakan cakupan perencanaan wilayah dan kota. Lalu di level meso ini cakupannya siapa? Tentu keduanya baik arsitektur maupun perencanaan wilayah dan kota. Kalian para perencana atau planner harus mampu memahami dan mengubah rancang kota sebagai media dalam membentuk komunitas. Planner juga harus mampu memengaruhi kemampuan dalam membentuk tujuan-tujuan sosial seperti diversivitas, sensitivitas ruang, rasa ruang, dan kualitas hidup dalam kota. Itu menurut Talen tahun 2010".

Aku masih menyimak apa yang disampaikan Pak Bardi.

"Terdapat empat dimensi dalam rancang kota, yaitu visual, fungsi, aktivitas, dan tema. Keempat dimensi ini bersatu padu membentuk suatu rancangan kota. Mari kita membahas satu-persatu keempat dimensi tersebut".

Pak Bardi menekan tombol spasi di laptopnya yang terhubung ke proyektor melalui kabel HDMI.  Secara bersamaan tampilan slide presentasi begereser ke halaman berkutnya.

"Dimensi visual merupakan dimensi yang terlihat oleh indera kita sebgaai seorang perancang. Untuk itu, kita harus dapat menggunakan indera kita dalam perancangan yang dilakukan secara bertahap. Adapun tahapan yang pertama adalah sensory. Pada tahap ini, kita dapat merasakan efel-efek yang dapat kita rasakan secara visual. Tingkat kenyamanan, tingkat keamanan, tingkat keindahan, tingkat kepadatan, tingkat keluasan, dan berbagai hal lainnya yang dapat dirasakan. Tahapan kedua adalah formal. Pada tahapan ini kita dapat menilai apa yang dirasakan pada tahap awal secara formal, yakni melihat dengan faktor-faktor komposisi yang membentuk pola-pola visual. Tahapan berikutnya adala ekspresif, yakni bentuk ekspresi yang diinginkan. Hal tersebut berdasarkan pengetahuan atau informasi yang didapat berdasarkan tujuan perancangan. Tahapan terakhir adalah simbol adalah suatu elemen budaya yang memberikan makna ciri khas".

Pak Bardi kemudian menekan tombol spasi dan memunculkan satu slide yang isinya beberapa foto. Dari foto-foto tersebut, kita dapat mengetahui bahwa itu adalah kawasan Kraton Yogyakarta. Kawasan Kraton ini merupakan kawasan perkotaan, bukan hanya karena lokasinya berada di Kota Yogyakarta tapi dilihat dari kepadatan bangunan, kepadatan penduduk, dan aktivitas utamanya merupakan ciri-ciri sebuah kawasan perkotaan. Pak Bardi kemudian menghubungkan dengan empat tahapan yang sebelumnya telah ia jelaskan. Mulai dari tahapan sensory, tentunya yang dapat dirasakan adalah kenyaman dan keamanan yang tinggi jika kita bayangkan tinggal dan beraktivitas di sana.

Memasuki tahap formal, dapat dilihat dari komposisi fisik dari kawasan tersebut. Ukuran jalan yang umumnya sama dengan pola jaringan jalan kotak-kotak atau grid, bentuk bangunannya yang selaras tidak ada yang kontras. Dilihat secara ekspresif, kawasan Kraton ini memiliki tujuan perancangan, yakni sebagai kawasan Kesultanan Yogyakarta yang mana bagian tengahnya sebagai pusat kawasan merupakan Kraton atau Istana Sultan dan disekelilingnya merupakan rumah bagi para abdi dalem Kraton. Sekeliling kawasan Kraton pun terdapat benteng sebagai pelindung sekaligus pembeda kawasan ini dengan kawasan di luarnya. Pada tahapan simbol, Kraton atau istana merupakan simbol budaya dari Yogyakarta, namun dalam konteks ini menjadi simbol dari kawasan Kraton yang segala aktivitasnya berkaitan erat dengan Kraton.

***

Hampir seharian aku cuma duduk di kursi sambil memandangi catatan kuliahku. Tanpa terasa hari sudah gelap dan aku tidak boleh tidur terlalu larut. Besok pagi, aku harus kembali ke Jakarta dengan menggunakan shuttle bus yang telah aku pesan melalui aplikasi pada smartphone. Pada masa kuliah di semester 1 dan 2 lalu, dibalik perjuangan yang amat berat karena program studi, ada dukungan pula secara tidak langsung dari teman-teman kuliahku yang membuat aku mampu menjalankan segala perjuangan ini.

Akupun berpikir kembali, apakah benar program studi ini tidak cocok denganku? Ataukah aku hanya terjebak di masa lalu atau zona nyamanku. Pada saat itu aku tidak tahu masa depanku seperti apa. Apakah program studi tersebut dapat mengantarkan ke gerbang masa depan atau aku hanya akan menjadi pengangguran alias beban negara. 

Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Sebaiknya aku bergegas untuk tidur karena sebelum jam 8 pagi aku harus sudah berada di tempat pemberhentian shuttle bus yang aku pesan agar tidak terlambat. Tak lupa aku merapikan barang-barang yang aku bawa pulang nanti, termasuk dua buah binder catatan kuliahku. Di Jakarta nanti aku coba mempelajarinya kembali karena ada satu target yang ingin aku capai.

***

Jam 7 pagi aku sudah bangun dan langsung mandi. Setelah siap, aku bergegas memesan ojek online melalui ponsel. Sambil menunggu kehadiran ojek online aku berpamitan pada mamah.

"Mah, Aska pamit ya", kataku sambil mencium tangan mamah.

"Iya, Aska hati-hati ya, nanti kalau sudah di Jakarta tolong kabari", balas mamah.

Tak lama kemudian ojek online yang aku pesan datang. Aku langsung memakai helm yang dia berikan dan naik sepeda motornya. Mamah melambaikan tangan, aku pun melambaikan tangan sambil berlalu meninggalkan mamah.

Perjalanan dari rumah ke tempat pemberhentian shuttle bus hanya memakan waktu sekitar 30 menit. Aku berhasil sampai sebelum pukul 8 pagi. Tak lama kemudian shuttle bus tujuan Cikini datang, aku langsung naik dan duduk di kursi paling belakang sesuai yang aku pesan. Tak lama setelah aku duduk, pintu langsung ditutup dan shuttle bus-pun berjalan menuju gerbang tol Pasteur. Jumlah penumpangnya tidak terlalu banyak, mungkin hanya 50%. Wajar saja, ini masih hari kerja, jadi tidak banyak penumpang dari Bandung ke Jakarta.

Aku yang sedari tadi masih memegang tas ranselku, aku buka dan mengeluarkan satu binder yang ada di tas. Aku berencana melanjutkan membaca catatan kuliahku ini sepanjang perjalanan menuju Jakarta.

***

Tak terasa, semester dua akan segera berakhir. Ini adalah minggu terakhir perkuliahan. Seperti biasa, pada minggu terakhir perkuliahan Pak Roni selalu mengulang materi kuliah sepanjang setengah semester setelah UTS, sama seperti saat semester satu dulu. Mata kuliah yang beliau ampu pada semester kedua ini adalah Teori Perencanaan. Memulai perkuliahan, beliau membuka presentasi yang telah disiapkan. Pada slide pertama, berisi mengenai paradigma konsep perencanaan yang terdiri dari teosentris, positivisme, utopianisme, rasionalisme, dan fenomenologi. Setiap poin dari paradigme tersebut dijelaskan secara umum. Pada poin pertama, yaitu teosentris merupakan paradigma yang bersifat spiritual, metafisik, dan ketuhanan. Poin kedua, positivisme yang memiliki standar, kerangka, dan produk secara detil dengan norma yang mengikat. Poin ketiga, utopianisme yang berdasarkan impian untuk mencapai ideal dan bersifat tidak kaku. Poin keempat, rasionalisme, merupakan konsep yang logis yang memiliki tahapan yang runtut. Poin terakhir, fenomenologi yag berdasarkan fenomena yang unik.

Teori perencanan juga digolongkan menjadi tiga, yaitu theory for, theory of, dan theory in. Theory for artinya bahwa teori dapat langsung diterapkan ke objek fisik. Theory of artinya ada prosedur dan sistem. Theory in artinya substansi teori membutuhkan pengetahuan lain di luar ilmu perencanaan. Selain penggolongan tersebut, teori perencanaan juga dapat dilihat dari tradisinya yang terdiri dari empat, yaitu perencanaan sebagai pembentukan sosial, perencanaan sebagai analisis kebiajkan, perencanaan sebagai pembelajaran sosial, dan perencanaan sebagai mobilisasi sosial. Perencanaan juga dibedakan berdasarkan sistem yang berlaku, seperti sistem politik, pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kepemilikan lahan. 

Memadatkan mata kuliah semester dua setelah UTS dalam satu pertemuan tentunya cukup sulit. Ilmu ini bukan hanya untuk ditinjau ulang saja, tetapi harus dipahami karena seluruh mata kuliah akan berkaitan satu dengan yang lain. Aku masih terus mencoba memahami apa yang disampaikan oleh Pak Roni. Pak Roni menyelesaikan paparan kuliah hari terakhir ini dengan menutup aplikasi power point . Tak lupa Pak Roni pun menyalin file presestasi tadi dan menempelkannya ke desktop agar dapat disalin oleh mahasiswa. Setelah itu, Pak Roni pun menutup perkuliahan dan keluar dari ruang kelas.

Aku selalu berpikir, ini tuh seharusnya jadi ilmu yang mudah karena hanya tinggal diingat saja, tetapi kenapa sulit sekali masuk pada otakku. Ya sudahlah, sepertinya aku mengeluh terus. Keluh kesah ini malah yang membentengi diri sendiri sehingga sulit berkembang. Teruskan saja lah, aku sudah kepalang jauh berada di program studi ini. Sudah hampir satu tahun. Dua minggu lagi UAS. Setelah itu aku harus mempersiapkan diri menjadi panitia ospek fakultas. Aku akan menjadi kakak tingkat. Sekali lagi, aku sudah cukup jauh aku berada di program studi ini. Harus aku teruskan. Bahkan niatan aku untuk mengikuti SNMPTN lagi pun harus aku gagalkan mengingat usia. Pertanyaan yang selalu kuulang dalam pikiran. Buat apa? Mau mengulang lagi? Usia sudah cukup tua. Mau kerja di umur berapa? Pastinya kejadian kebimbangan akan terjadi kembali. 

***

Tak terasa, aku sudah sampai di Jakarta. Aku pun turun di pemberhentan terakhir, yaitu Cikini. Tepat di seberang Taman Ismail Marzuki. Aku memeriksa barang-barang sekitarku, termasuk memasukan binder ke dalam tas, memastikan tidak ada barang yang tertinggal dalam shuttle bus. Keluar dari shuttle bus, aku mengeluarkan ponsel dan membuka aplikasi ojek online. Aku langsung memilih tujuanku yang secara otomatis sudah ada di baris pertama kolom pencarian. Kost Melaniasa Salemba, langsung aku klik dan munculah pengemudi yang akan menjemputku. Sekitar lima menit aku menunggu, akhirnya seorang bapak usia 40 tahunan yang menggunakan jaket hijau memanggilku.

"Mas Aska".

Aku langsung menuju  ke arahnya, mengenakan helm berwarna hijau juga, dan naik sepeda motornya. Aku pun meninggalkan shuttle bus yang aku gunakan tadi, menyusuri Jalan Cikini terus hingga akhirnya aku sampai di kost-ku. Akupun langsung merebahkan badanku di atas kasur.

Next - Semester 3: >>

Just Update!

Jujur, antusiasme untuk mengaktifkan blog ini sudah berada di titik terendah. Bahkan niat untuk just update dan melancarkan penulisan pun su...